Hidup Rukun Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Setiap negara pasti memiliki Ideologi, selain karena penting, Ideologi dibutuhkan sebagai pedoman sekaligus cita – cita suatu bangsa. Ideologi memberikan dasar arah dan tujuan bagi Bangsa dan Negara dalam menjalankan kehidupannya. Tanpa Ideologi, suatu Negara tidak dapat berdiri dengan kokoh dan mudah terombang – ambing oleh persoalan yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di Indonesia, sudah jelas yang menjadi Ideologi kita adalah Pancasila.

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan bermacam – macam suku, agama, budaya, bahasa, dan kepercayaan. Namun, keanekaragaman suku, budaya, kepercayaan ini membuat Negara Indonesia menjadi unik, karena  keunikan ini tidak ditemukan di Negara lain, bahkan Negara lain pun sangat mengagumi akan keunikan Negara kita dan selalu ingin tahu tentang kebudayaan – kebudayaan yang ada di Indonesia. Tidak heran jika Negara kita sering diundang ke Negara lain untuk bertukar informasi tentang kebudayaan kita. Dengan berbagai macam suku, agama, kebudayaan dan kepercayaan, dahulu jarang terjadi pertikaian atau konflik akibat perbedaan tersebut. Sehingga Negara – Negara lain memandang bahwa Indonesia merupakan Negara yang damai dan menjadi contoh untuk Negara lain, karena dengan perbedaan perbedaan itu, bangsa kita mampu berjuang dan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, kalau tidak bersatu mana mungkin kita bisa merdeka sampai dengan saat ini.

Dibalik kedamaian tersebut, Indonesia yang kaya akan suku, budaya, dan agama ini, memiliki sebuah Dasar Negara, yaitu Pancasila yang berperan sebagai alat pemersatu Bangsa. Nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila harus bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari – hari, karena jika tidak, inilah akibatnya pertikaian ataupun konflik akan terjadi dimana – mana, perbedaan yang ada pada setiap orang bukanlah hal yang bisa menjadi halangan untuk bersosialisasi, tapi kita bisa belajar dari perbedaan tersebut untuk saling menghargai, memahami, saling mengisi satu sama dan saling bertukar ilmu tentang suku, agama, kebudayaaan dan lain – lain.

Namun, akhir – akhir ini banyak terjadi pertikaian, konflik, bahkan perang, dan yang menjadi alasan terjadinya hal – hal tersebut adalah karena perbedaan pendapat, agama, suku, dan lain – lain. Ini menunjukkan bahwa Bangsa kita belum menyadari akan arti nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai alat pemersatu Bangsa yang dipandang penting, sehingga jarang diterapkan dalam kehidupan sehari – hari dan akhirnya berujung pada konflik dan pertikaian antar suku yang berakibatkan  pertumpahan darah, tanpa kita sadari, kejadian – kejadian seperti ini merugikan bangsa sendiri, yang pada akhirnya bangsa kita bukan merupakan suatu contoh menjadi Bangsa yang damai, sejahtera, adil dan makmur untuk Negara lain. Perbedaan yang seharusnya menjadi pembelajaran diri  untuk bisa saling menghargai, saling mengisi satu sama lain seperti dahulu tidak lagi ditemukan saat ini.

Sebagai warga Negara yang baik, kita tidak lagi bisa menghargai nilai – nilai luhur dan mengisi kemerdekaan seperti yang diharapkan para pejuang yang dengan susah payah mengorbankan nyawa hingga titik darah penghabisan untuk memerdekakan Bangsa ini yang tercantum dalam sila ke tiga yang berbunyi Persatuan Indonesia itu sudah sulit kita temukan karena dalam kehidupan sehari – hari pun persatuan dan kesatuan antar suku tidak kita dapatkan bahkan yang terjadi pertikaian, pertempuran, bahkan penghinaan pun sering terjadi. Tidak seperti yang diharapkan pada lambing Negara kita Burung Garuda yang bersemboyan BHINEKA TUNGGAL IKA yang berarti Berbeda – beda tapi tetap bersatu jua.

Sebagai warga Negara yang baik, mari kita terutama sebagai pelajar sama – sama mengisi kemerdekaan dangan cara melakukan hal – hal yang positf yaitu berkarya, belajar, yang paling utama adalah bertaqwa seperti yang tertera dalam Pancasila, yaitu sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Karena dengan taqwa kita akan terhindar untuk melakukan hal – hal yang negatif dan merugikan orang lain.

Jadilah siswa berprestasi yang akan menjadi generasi penerus bangsa agar bisa mewujudkan cita – cita para pejuang, yang tercantum pada sila ke lima, yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang sekarang sudah sulit kita temukan. Sebagai warga Negara yang baik pula, jangan tanyakan pada Negara “APA YANG NEGARA BERIKAN UNTUK KITA” tapi, cobalah bertanya pada diri kita “APA YANG SUDAH KITA BERI UNTUK NEGARA”.

Untuk itu marilah kita sama – sama terapkan nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari – hari, misalnya dengan menjaga tutur kata, tidak mengganggu orang yang sedang beribadah, dan menghargai suku dan kebudayaan orang lain, karena dengan kita menerapkan nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila maka kita dapat menciptakan kesejahteraan, suasana yang tenang, aman dan damai.

One thought on “Hidup Rukun Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

  1. Pingback: Kisah Sedih WNI di Perantauan… | bijak.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s